<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>my journey</title>
	<atom:link href="http://rejozh.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rejozh.web.id</link>
	<description>Another side of my life..</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Apr 2012 09:48:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<image>
<link>http://rejozh.web.id</link>
<url>http://rejozh.web.id/wp-content/plugins/maxblogpress-favicon/icons/favicon-64.ico</url>
<title>my journey</title>
</image>
		<item>
		<title>Suap, Kerja dan Gaji</title>
		<link>http://rejozh.web.id/bercerita/suap-kerja-dan-gaji/</link>
		<comments>http://rejozh.web.id/bercerita/suap-kerja-dan-gaji/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2012 08:57:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bercerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rejozh.web.id/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Suap-sogok untuk mendapatkan pekerjaan tampak sudah “membudaya” baik untuk menjadi pegawai negeri maupun swasta. Bagaimana hukumnya? Bagaimana kedudukan gajinya, halal atau haram? وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ Dan Janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rejozh.web.id/wp-content/uploads/2012/04/nocoment.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-63" title="nocoment" src="http://rejozh.web.id/wp-content/uploads/2012/04/nocoment-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Suap-sogok untuk mendapatkan pekerjaan tampak sudah “membudaya” baik untuk menjadi pegawai negeri maupun swasta. Bagaimana hukumnya? Bagaimana kedudukan gajinya, halal atau haram?</p>
<p>وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ</p>
<blockquote><p><em>Dan Janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui (<strong>QS al-Baqarah [2]: 188</strong>).</em></p></blockquote>
<p><span id="more-62"></span></p>
<p>Suap jelas haram. Dalam literatur Islam, suap-menyuap disebut “risywah”. Secara bahasa “risywah” artinya “tali” –yakni tali untuk menimba atau mengambil air di sumur—atau “pemberian”. Menurut istilah, suap adalah suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang agar menang atau membuat penerima melakukan apa yang diinginkan pemberi; juga bermakna pemberian sesuatu dengan tujuan membatalkan suatu yang <em>haq</em> (benar) atau membenarkan yang batil.</p>
<p>Para ulama biasa memasukkan suap-menyuap kedalam kelompok cara mendapatkan sesuatu secara batil (tidak benar) yang dilarang Islam.</p>
<blockquote><p><em>Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.”</em><em> </em>(<strong>QS. Al-Baqarah:172</strong>).</p></blockquote>
<p>لَعَنَ اللَّهُ الرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ فِي الْحُكْمِ</p>
<blockquote><p><em>Allah melaknat penyuap dan penerima suap dalam hukum (pemerintahan)</em> <strong>(HR Ahmad, Abu Dawud dan al-Tirmidzi</strong>)</p>
<p>Rasulullah Saw melaknat orang yang menyuap dan yang menerima suap dalam masalah hukum” (<strong>HR. Tirmidzi</strong>).</p>
<p>Rasulullah Saw melaknat orang yang menyuap, yang menerima suap, dan orang yang menghubungkan keduanya (perantara, makelar).” (<strong>HR. Ahmad</strong>).</p></blockquote>
<p>Ulama ahli fiqih, Ibnu Qudamah, dalam <em>Al-Mughniy</em> mengatakan: “Suap-menyuap dalam masalah hukum dan pekerjaan (apa saja), maka hukumnya haram –tidak diragukan lagi”.</p>
<p>Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam <em>Majmu’ Fatawa</em> menyebutkan: “Para ulama telah mengatakan, sesungguhnya pemberian hadiah kepada wali amri— orang yang diberikan tanggung jawab atas suatu urusan— untuk melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan, ini adalah haram, baik bagi yang memberikan maupun menerima hadiah itu, dan ini adalah suap yang dilarang Nabi Saw.”</p>
<p><strong>Gaji Pekerjaan Hasil Suap</strong></p>
<p>Bagaimana hukum gaji/honor dari pekerjaan yang didapat dengan suap? Karena tidak atau belum ditemukan dalil spesifiknya, ada dua pendapat tentang hal itu.</p>
<p><em>Pertama</em>, haram juga. Dalilnya mengacu kepada keharaman suap secara umum sebagaimana dipaparkan di atas. Orang yang “telanjur” mendapatkan pekerjaan dengan cara suap, maka dia harus benar-benar bertobat, meminta ampun kepada Allâh SWT, lalu keluar dari pekerjaannya untuk mendapatkan pekerjaan baru secara halal. Orang tersebut harus yakin Allah Maha Pengasih, apalagi kepada hamba-Nya yang menaati perintah-Nya.</p>
<p><em>Kedua</em>, cara mendapatkan pekerjaannya jelas haram, namun gajinya halal. Tidak ada acuan dalil Quran ataupun hadits, baik secara tersirat maupun tersurat. Alasannya “hanya” pendapat bahwa cara mendapatkan pekerjaan dan gajinya adalah dua hal berbeda alias tidak terkait. Gaji dikaitkan dengan hasil kerja, tidak dikaitkan dengan bagaimana cara ia diterima bekerja.</p>
<p>Dari kedua pendapat tersebut, pendapat pertama yang paling bisa diterima dan terkuat karena acuan dalilnya jelas. <em>Wallahu a’lam bish-shawab</em>.</p>
<p>مَنْ جَمَعَ مَالاً مِنْ حَرَامٍ ثُمَّ تَصَدَّقَ بِهِ لَمْ يَكُنْ لَهُ فِيْهِ أَجْرٌ وَكَانَ إِصْرُهُ عَلَيْهِ</p>
<blockquote><p><em>Barangsiapa yang mengumpukan harta dari <strong>jalan yang haram</strong>, kemudian dia menyedekahkan harta itu, maka sama sekali dia tidak akan memperoleh pahala, bahkan dosa akan menimpanya (<strong>HR Ibn Khuzaimah, Ibn Hibban, dan al-Hakim</strong>).</em></p></blockquote>
<p>original post <a href="http://pusdai.com/suap-dan-gaji-kerja-hasil-suap/">disini</a><br />
info lebih lanjut di <a href="http://ramadan.detik.com/read/2011/08/16/143352/1704897/1254/halalkah-gaji-dari-pekerjaan-hasil-suap">disini</a> dan <a href="http://motivasi.petamalang.com/hukumnya-mendapat-kerja-dengan-cara-suap">disini</a> dan <a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/07/22/suap-menyuap-dan-hukum-syara-terhadapnya/">disini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rejozh.web.id/bercerita/suap-kerja-dan-gaji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://rejozh.web.id/bercerita/hello-world/</link>
		<comments>http://rejozh.web.id/bercerita/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jun 2010 03:40:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bercerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rejozh.web.id/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Hello.. welcome to my blog&#8230; oke.. i will survive.. yeah..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hello.. welcome to my blog&#8230; oke.. i will survive.. yeah..  <img src='http://rejozh.web.id/wp-content/plugins/smilies-themer/Julianus/20x20-boss.png' alt='8)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rejozh.web.id/bercerita/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

